INFODUNIA merupakan sebuah situs majalah online yang mengulas tentang berita terkini, politik, olahraga, kesehatan, automotif, dan travel

Keluarnya Ahok Dari Penjara Menjelang Pemilu 2019

Keluarnya Ahok Dari Penjara Menjelang Pemilu 2019

Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, seorang politisi etnis Tionghoa yang berpolarisasi, yang komentar kampanyenya memicu protes terbesar selama bertahun-tahun di Indonesia yang mayoritas Muslim dibebaskan pada Kamis setelah menjalani hampir dua tahun penjara karena penistaan agama. Rilis ini dilakukan hanya beberapa bulan sebelum Indonesia akan mengadakan pemilihan presiden yang akan menjadi ujian lakmus untuk kemajuan yang dibuat oleh Presiden saat ini "Joko" Jokowi "Widodo, yang Ahok berhasil sebagai gubernur Jakarta kembali pada tahun 2014.

Purnama meninggalkan sebuah penjara polisi paramiliter di luar ibukota Kamis pagi dengan anggota keluarganya, kata juru bicaranya Sakti Budiono, menghindari para pendukung dan media yang menunggu.

Pada tahun 2016, Purnama membuat komentar ringan tentang kampanye bahwa para pemilih tidak seharusnya memperhatikan para penentangnya yang mengatakan bahwa Al-Quran melarang Muslim dipimpin oleh orang-orang Kristen. Kelompok garis keras menganggap pernyataan itu sebagai penistaan agama, memicu protes yang membawa ratusan ribu Muslim berjubah putih ke pusat kota Jakarta.


Dia dikalahkan dalam pemilihan oleh saingannya yang bersatu dengan para demonstran dan dijatuhi hukuman penjara pada Mei 2017 karena menghujat Al-Quran. Kelompok-kelompok HAM mengatakan kalimat itu menyoroti mengapa hukum penistaan ​​agama yang mudah disalahgunakan harus dicabut. Secara lebih umum, episode Ahok dilihat oleh beberapa orang sebagai ujian lakmus kunci bagi evolusi Islam dan politik serta moderasi dan toleransi di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Beberapa hari sebelum dibebaskan, Purnama memposting secara online bahwa ia tidak ingin para pendukung membuat keributan tentang pembebasannya dan meminta maaf kepada pegawai negeri Jakarta, termasuk "bahkan pembenci saya" bahwa ia tersinggung dengan bersikap kasar dan sombong.

Gerakan melawan Purnama, sekutu Jokowi, membawa kelompok-kelompok Islam pinggiran ke dalam arus utama politik dan mengguncang pemerintah, menyoroti percampuran agama dengan politik di Indonesia, demokrasi terbesar ketiga di dunia. Kekhawatiran itu tetap ada saat Jokowi menuju pemilihan ulang dalam pemilihan presiden Indonesia yang akan datang pada bulan April tahun ini.

Fakta bahwa Widodo kemudian memilih seorang ulama konservatif sebagai calon wakilnya untuk pemilihan presiden bulan April, berharap untuk menangkis serangan-serangan yang ia tidak cukup islami. Pekan lalu ia mengumumkan pembebasan seorang ulama radikal yang terkait dengan pelaku bom Bali dan ekstrimis lainnya, tetapi mundur dalam beberapa hari ketika kritik lokal dan internasional berkembang.

Widodo mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa Purnama, yang adalah wakil gubernurnya sebelum dia terpilih sebagai presiden pada tahun 2014, telah "melalui proses hukum" dan dia saat ini tidak memiliki rencana untuk bertemu dengannya.

Tidak jelas apakah Purnama akan kembali ke politik tetapi dalam tulisan tangan yang diposting di Instagram awal pekan ini ia mengatakan kepada para pendukung untuk tidak berkecil hati dan untuk memilih kandidat dalam pemilihan presiden dan legislatif April yang mendukung keragaman.

Anggota Front Pembela Islam Novel Bakmumin, yang mengajukan keluhan polisi yang menyebabkan Purnama diselidiki karena penistaan ​​agama, mengatakan mantan gubernur itu harus tetap keluar dari politik.

"Saya berharap Ahok tidak akan mengulangi kesalahan yang dapat menyebabkan keresahan di kalangan umat Islam, tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia, karena Islam bukan wilayahnya untuk dikritik, ia harus menjaga agamanya sendiri," katanya.

Purnama, bagian dari minoritas etnis Tionghoa kecil di Indonesia, populer di kalangan kelas menengah Jakarta karena upaya untuk memberantas korupsi dan membuat ibu kota yang penuh sesak itu lebih layak huni.

Tetapi yang lain marah karena ketidaktahuannya yang kasar dan penghancuran permukiman kumuh yang merupakan rumah bagi penduduk termiskin di Jakarta.

Seorang aktivis dari kelompok Friends of Ahok mengatakan bahwa panggilan sejati Purnama adalah politik dan meramalkan ia akan "menjadi pemimpin, apakah pemimpin partai politik atau pemimpin negara ini."

“Dia adalah politisi yang berperang, dia berjuang melawan korupsi, ketidakadilan dan menegakkan ketertiban dan demokrasi. Itu menyebabkan banyak orang membencinya dan menjadi musuh politiknya, ”kata Hasan Nasbi.

Dalam putaran yang tidak mungkin, protes tahun 2016 juga memberikan dorongan kepada kaum oportunis untuk dugaan komplotan untuk menggulingkan Widodo, presiden Indonesia pertama yang bukan dari militer dan elit politik negara tersebut.

Polisi menangkap banyak orang Indonesia yang terkenal, termasuk seorang putri presiden pendiri, yang menuduh mereka merencanakan pembajakan protes yang menyebabkan kekacauan. Tujuan mereka yang jelas adalah untuk memberikan dalih untuk intervensi militer yang akan menggulingkan Widodo.
Share:

No comments:

Post a Comment

Responsive Ads Here
Powered by Blogger.

Mengisap Payudara Perempuan Apa Untuk Kesehatan?

Payudara wanita, juga dikenal sebagai "si kembar" atau "para gadis", tetap merupakan fitur yang paling mencolok dan ...

Search This Blog

Blog Archive

Labels

Facebook

Comments

Recent

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.