INFODUNIA merupakan sebuah situs majalah online yang mengulas tentang berita terkini, politik, olahraga, kesehatan, automotif, dan travel

Penyakit Yang Sering Dialami Lanjut Usia

Penyakit Yang Sering Dialami Lanjut Usia
Penyakit Yang Sering Dialami Lanjut Usia

InfoDunia.Info - Fungsi pada tubuh biasanya akan menurun seiringnya bertambah usia. Begitu juga yang sudah lanjut usia dimana rentan terkena berbagai macam penyakit tidak menular. Karena gaya hidup, atau memang karena fungsi badan yang mulai menurun.

Lansia rentan terkena penyakit degeneratif. Pola makan pun sudah di jaga oleh para lansia. Kualitas pada masa tua sangat tergantung akan perilaku hidup sehat semasa hidup di masa saat muda. Lansia harus tetap harus meimbangkan kegiatan fisik dasar seperti  berolahraga, atau membersihkan seluruh rumah seperti menyapu dan mengepel lantai.

Ada penyakit yang sering menyerang dan dialami lansia di antaranya katarak dan nyeri pada lutut, dan itu memerlukan pengobatan khusus.

Dokter Perusahaan PT Waskita Karya dalam Waskita Karya Peduli di Gedung Onta Merah, Jakarta Selatan, dr. Jentot Hanindyoputro menjelaskan penyakit kedua penyakit itu rentan dialami lansia. Selain itu ada pula penyakit diabetes atau jantung koroner yang rentan menyerang lansia bahkan kini di usia muda.
"Bergesernya gaya hidup kini membuat orang lebih instan. Beli soto ke pasar saja tinggal pesan pakai online. Jadi malas bergerak akibatnya di usia lansia tak produktif karena gaya hidup sewaktu muda," kata Jentot dalam bakti sosial di Gedung Onta Merah, Jakarta Selatan

1. Katarak

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan katarak menjadi penyebab 50 persen kebutaan di Indonesia dan setiap tahun diperkirakan kasus baru buta katarak bertambah 0,1 persen dari total jumlah penduduk. Sementara itu kemampuan mengurangi jumlah penderita buta katarak melalui operasi baru mencapai 180 ribu per tahun sehingga setiap tahun selalu terdapat peningkatan jumlah katarak sebanyak 70 ribu orang.

Katarak adalah kekeruhan lensa mata. Dan masih menjadi salah satu penyebab kebutaan terbanyak di dunia. Diperkirakan setiap tahun ada satu penderita baru katarak di antara seribu orang. Keberadaan Indonesia sebagai negara tropis menjadikan penduduknya memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan penduduk di daerah subtropik.

"Kami lakukan kegiatan operasi katarak bekerja sama dengan tim medis agar masyarakat bisa kembali tersenyum. Lalu selain katarak ada juga sunatan massal, pengobatan nyeri lutut, mamografi, papsmear, operasi bibir sumbing dan lainnya di 7 kota," kata Direktur Operasi III, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Bambang Rianto.

2. Nyeri Lutut

Banyak lansia bahkan usia kebih muda misalnya 40 tahun, mengeluhkan nyeri lutut dan sulit berjalan. Pakar Nyeri dan Tulang Belakang dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS menjelaskan nyeri lutut mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini menurunkan produktivitas dan beraktivitas, gangguan tidur, dan tergantung pada orang lain.

"Terapi Radiofrequency Ablation (RFA) dilakukan dengan cara membaalkan saraf penyebab nyeri menggunakan aliran listrik yang dihasilkan oleh gelombang radio. Teknik ini sangat efektif dalam menghentikan rangsang nyeri di daerah lutut," kata Mahdian.


Share:

No comments:

Post a Comment

Responsive Ads Here
Powered by Blogger.

Presiden Jokowi Mengalami Kesulitan Karena Kotak Suara 2019 Kosong?

Ratusan ribu orang Indonesia di kota Makassar menuju jajak pendapat lokal untuk memberikan suara kosong daripada memilih satu-satunya ...

Search This Blog

Blog Archive

Facebook

Comments

Recent

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.